Merapikan kisah yang terekam
10 post dalam jangka waktu berapa lama ya ini…-.-
Jarak waktu ke 9 dan 10 Cuma beda beberapa menit sih, tapi sekarang bingung mau nulis apa! Perasaan banyak ide deh waktu itu pasti menguap lagi nih, huh…Ohh iyaa iyaaa “Daripada galau mending nulis”, motto baru nih liat aja nanti O.O
Jadi, baru-baru ini sih kayaknya minggu kemarin deh! Kebiasaan stalking instagram liat sana sini, liat olshop lah, liat rekomendasi olshop lah, liat endorse-an artis lah hahha sampai yang lagi hits liatin selebgram. Dan yeay such us unproductive actions gitu! Tapi, gak selamanya jelek-jelek amat juga sih, jadi gini dari hasil itu ada suatu kabar yang menggembirakan horeeeee horeeee…. tepuk tangan *prok *prok *prok eh belum juga cerita dink.
Jadi, eleh ini jadi-jadi mulu jadianya kapan ?? tuh baper lagi ! hahah
Jadi, alhasil tengak-tengok Instagram ada hal yang membuat saya bahagia, impian saya dari 10 tahun lalu kayaknya bisa terwujud, dan apa itu ? Penasaran kan? Penasaran gak sih? Harus penasaran pokoknya! (maksa).
Jadi, kebenaran saya lahir, besar dan tinggal di kota Palembang tercinta. Saya memang lebih tertarik dengan sejarah dan senang mengunjungi tempat-tempat peninggalan sejarah, serasa bahwa waah jadi cerita atau berita yang terjadi diceritakan dibuku, atau sumber informasi lainnya benar adanya dengan mengunjungi tempat bersejarah, entahlah seperti ada suatu momen yang bisa membuat bahagia, dan Palembang sebenernya merupakan kota tertua dan memiliki potensi sejarah yang besar apalagi sumsel pasti banyak peninggalan sejarah yang tersebar di Sumsel, namun yang sangat disayangkan adalah pemerintah dan masyarakat kurang atau bahkan tidak peduli sehingga banyak bangunan kuno disulap menjadi ruko, ataupun hotel L.
Ada beberapa tempat yang saya kunjungi memiliki struktur reruntuhan bangunan lama sayang lagi-lagi tidak diperhatikan, museum2 pun hanya banyak replika saja, Nah, kalau saya paling suka kearah sekanak sekedar melihat bangunan tua ataupun jajan empek-empek karena di Sekanak banyak penduduk lokal yang menjajakan makanan khas Palembang, jadi pertama kali saya kenal daerah itu karena ada seoarang teman yang mengajak dan berjalan-jalan area disana lalu dari situlah saya melihat waaah banyak bangunan tua lengkap dengan tahunnya ada dari tahun 1800an ada dari tahun 1900an dan mungkin ada yang lebih tua lagi, jadi saya teringat coba wilayah itu bisa seperti kota tua jakarta dijadikan salah satu objek wisata pasti akan sangat menarik wisatawan dan Palembang khususnya bisa memiliki “nilai jual” itu udah lama kaliii aku bayangin dan bilang ke teman atau pas lagi jadi tur guide dan tiba lah akhir penantianku terjawab, akhirnyaaa kota tua mulai disulap dan dibuat museum, tapi belum sempet liat langsung sih, baru abis stalking ig dan liat temen2 yang udah kesana, dan semoga bisa menjadi daya tarik tersendiri dan bisa jadi alternatif buat yang ingin ke Palembang, abisnya kalau ada temen, keluarga atw kenalan mau kesini suka bingung apa yang bisa dilihat selain BKB, Monpera sama jakabaring plus mal-mal yang bergemelapan. Sepertinya harus diagendakan mencoba tur ini…nantikan kelanjutanyya yooowwww
Momen merapikan kisah yang terekam ke #10 ini disponsori oleh cemilan-cemilan yang baik hati dan mengiklaskan diri mereka untuk masuk ke perut dan menjadi lemak #fatohfat