Solidaritas Perempuan Meluncurkan Sebuah Panduan

Bertempat di hotel Grand Duta Palembang, Solidaritas Perempuan (SP) Palembang mengundang  beberapa praktisi, akademisi, dan media untuk menghadiri acara peluncuran buku Panduan Pengorganisasian Perempuan dalam Tata Kelola Hutan dan Lahan. Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini sukses mengajak peserta untuk berperan aktif di dalam kegiatan yang di selenggarakan pada 1 Febuari 2018 ini.

Solidaritas Perempuan sendiri adalah sebuah organisasi yang bergerak pada pedampingan dan pengorganisasian perempuan di akar rumput.  Solidaritas Perempuan juga terdapat di beberapa provinsi di Indonesia, dan kalian bisa mengakses informasi tentang Solidaritas Perempuan di www.solidaritas-perempuan.org

Narasumber dan moderator saat persentasi

Acara ini menghadirkan dua orang narasumber yakni Ibu Ekawati salah satu penyusun buku ini, dan Ibu Wahyu Ernaningsih  seorang dosen di FH Unsri Palembang dan ketua PSW (Pusat Study Wanita) Unsri. Kegiatan ini menjadi semakin menarik dipandu oleh  Mbak Echi sebagai moderator.

Tampilan depan buku

Buku ini hadir sebagai rangkuman perjalanan pengorganisasian yang dilakukan oleh SP Palembang,  dan sebagai sebuah pegangan kita baik sebagai organizer, CSo ataupun masyarakat yang ingin melakukan pengorganisasian di daerah mereka masing-masing.

Panduan yang berisi  44 halaman ini bekerja sama dengan berbagai pihak yakni LBH Palembang, Lingkar Hijau, dan The Asia Foundation. Dengan isi yang terbagi ke dalam 3 bagian, kita akan diajak untuk mengetahui apa dan mengapa pengorganisasian ini dibutuhkan. Lalu, bagaimana peran perempuan di dalam tata kelola hutan dan lahan. Selain itu, terdapat pengalaman dari beberapa perempuan yang mengorganisir kelompok masyarakat dengan latar belakang berbeda.

Sebenarnya buku ini lebih berisi narasi dari pengalaman SP dan beberapa oraganisasi lain, saat acara berlangsung tadi moderator menceritakan bahwa mereka yang sering bekerja di lapangan terkadang sangat sulit untuk menuangkan hasil kerja mereka ke dalam sebuah tulisan, ini menjadi tantangan tersendiri.

Sesi diskusi dan sharing

Menurutku, sangat penting untuk mendokumentasikan perjalanan kita, apakah itu kita tuangkan dalam bentuk catatan harian, serta pengingat apa saja yang telah kita lakukan dan sebagai pegangan apabila kita menemui masalah yang sama dan bagaiamana mengatasinya, apakah menggunakan pola lama atau baru.

Selain itu, penting sekali untuk membiasakan diri free writing apakah itu saat baru bangun tidur atau evaluasi sebelum tidur, ataupun ketika kita sedang menunggu, catatlah di hp atau kertas apa yang menarik, menggangu atau apapun yang ada di benak kita.  Aku sudah mencobanya dan setelah 40hari menulis akhirnya merasa lebih luwes dan ada saja ide yang muncul. ( Ini masukan )

Walaupun, terdapat beberapa kekurangan di dalam buku ini dan juga dibahas tadi seperti tehnis dan isi buku,namun kita harus mengapresiasi sebuah karya yang telah menjadi sebuah buku pedoman ini.

Nah, sayangnya aku tadi lupa bertanya apakah buku ini beredar secara umum atau terbatas. Untuk kalian yang berminat membaca buku ini bisa menghubungi  Solidaritas Perempuan Palembang di Jl. Kapten A. Rivai Lr. Batu Karang No.34 RT 27. RW 08. 26 Ilir Palembang.

Acara yang tidak kalah penting satu lagi yakni foto bersama.

Sesi diakhiri dengan foto bersama